Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/lifkada1/public_html/wp-content/plugins/statpress/statpress.php on line 1191

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/lifkada1/public_html/wp-content/plugins/statpress/statpress.php on line 1191

Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/lifkada1/public_html/wp-content/plugins/statpress/statpress.php on line 1194

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/lifkada1/public_html/wp-content/plugins/statpress/statpress.php on line 1194

Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/lifkada1/public_html/wp-content/plugins/statpress/statpress.php on line 1197

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/lifkada1/public_html/wp-content/plugins/statpress/statpress.php on line 1197
» Holiday Ungaran Part 2 | lifkadarsih : just scribble
  • Home
  • About
  • IMG_8837_1_u_l

     

    Usai selfie, kami menuju air terjun Lawe yang terletak di puncak gunung Ungaran. Tak lupa kami mampir mencari sarapan pagi. Di perjalanan kami melihat penjual bubur, kamipun menepi. Kami makan bubur sayur gudeg dan lauk ikan tongkol, nikmaaat.. dan cukup 14ribu rupiah lho dua porsi.. waw yummy..

     

    Kami melanjutkan perjalanan. Dan setelah mengalami “nyasar” yang cukup jauuuh gara-gara tour guide kami “mbah google map” kasih rute yang salah, tibalah jua kami diretribusi curug lawe. Dengan semangat 45 kami menyusur irigasi menuju curug. Kira-kira 30 menit perjalanan kami menemukan jembatan romantis yang iconik banget dengan curug lawe. Kami langsung berpose untuk selfie.

     

    IMG_8870_1_u_l

     

    Apesnya kami kehabisan air minum. Melihat sungai mengalir jernih, kami niatkan mengambil air sungai untuk disimpan di botol sebagai bekal pendakian.

     

    Perjalanan kami lanjutkan, saluran irigasi usai, digantikan dengan tanah licin berbatu terjal yang menanjak. Okay kami masih semangat. Kami susuri tanah terjal tersebut, kemudian menemukan sungai dan kami harus menyeberang. Setelah itu menemukan hutan berbatu terjal dan berlumpur, masih kami sikat. Lalu menemukan sungai lagi kami menyeberang, kemudian memasuki hutan yang sangat rimbuuun sampe-sampe buluu merinding (just inpoh saat itu masih pagi banget, tidak ada orang yang bareng kami mendaki curug), disini saia mulai curiga jangan-jangan curug itu hanya mitos. Bagaimana tdk curiga, kami sudah mendaki 1 jam belum kunjung terlihat itu curug.. Duh!

     

    Yunk ku menggerutu, kenapa tidak ada barengannya ke curug ini, pada gak tamasya kesini apa ya?

     

    Kami sempat berhenti, meneguk air sungai bekal kami tadi (aw aw air sungai.. seger sih, tapi… pie ngunu..). Yunk mengajakku menyudahi pendakian mengingat kakiku yang tak diperbolehkan melakukan perjalanan jauh setelah cedera. Tapi aku sangat penasaran, sebagus apakah curug tersebut kenapa jauh sekali pendakianya. Kamipun sepakat melanjutkan perjalanan, kami melewati jembatan kayu yang berlumut, memasuki hutan lagi, menyeberang sungai dan mendaki terjalnya batu lagi.. hosh hosh.. berapa lama lagi curug itu nongol?

     

    Dan diujung penglihatan kami melihat ada 4 orang cowok duduk, kami jadi semangat kembali melanjutkan pendakian, kami mengobrol sebentar. Masih berapa jauh ya mas? Iyunk bertanya. 30 menit lagi kayaknya mas.. kata salah seorang dari mereka. Duh! Kami sudah hampir 2 jam mendaki masih 30 menit lagi baru sampai???? Kami pun istirahat duduk di tepi sungai. Dan mereka melanjutkan pendakian.

     

    Kami merunding kembali, meneguk air sungai itu kembali. Yunk merayuku untuk mengurungkan niat melanjutkan pendakian, karena kamipun masih harus menuruni gunung saat perjalanan kembali pulang nantinya. Ditambah tidak banyak orang ke curug tersebut, cuma 4 orang cowok tadi. Dan akupun mulai putus asa, sedih rasanya dengan keterbatasan kaki ini. Masak iya pakai celana wrangler jaket rey kok mendaki curug lawe saja keok. Huft

     

    Tak diduga, salah seorang dari keempat cowok tadi memanggil kami dari atas tebing, memberi informasi bahwa curug sudah dekat. Waaah.. bahagianya.. kami bergegas mendaki terjalnya bebatuan kembali, menyusuri sungai.. dan curug pun terlihat.. haaaah legaaa.. sampai juga kami di curug lawe.. Dan tidak mengecewakan, curug lawe memang indah. Air terjun tipis dan lebar di tebing yang sangat tinggi dan melengkung..

     

    IMG_8935_1_u_l

     

    Namun, sesaat setelah kami sampai di curung, ada segerombolan anak satu sekolahan datang berwisata disini, fiuuuh penuh itu curug oleh kimcil.. ya yaaa… sabar.. foto landscape tidak iyunk dapatkan. Yunk sih tadi ngeluh gak ada orang.. sekarang diserbu kimcil tempat ini.. hadeuh..

     

    Ya sudah kami narsis foto selfie saja kalau begitu.. Usai foto-foto kami pun menuruni gunung dikarenakan mendung juga sudah menggelayut, sedangkan perjalanan menuruni gunung 2 jam.

     

    Perjalanan pulang menuruni gunung terasa lebih cepat. Kami sempat berfoto selfie sebentar di antara pepohonan yang berkabut tipis sore itu. Dan kami pulang menuju jogja jam 3 sore dari Ungaran. Capeeek.. tapi sangat seruuu!

     

     

    Comments

    comments

    5 Responses to “Holiday Ungaran Part 2”

    1. angki says:

      wkwkwk sya pernah mengalami di serbu kimcil juga mbak haha.. lumayan buaka lapak haseehh…

    2. admin says:

      hahaha.. pengalaman yg sama.. banyak cendol itu namanya..

    3. […] Simak juga cerita dari “travelmate”-ku disini >> http://lifkadarsih.com/long-holiday-ungaran/ dan http://lifkadarsih.com/holiday-ungaran-part-2/ […]

    Leave a Reply